<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Fungsi keluarga di Jerman dan memahami fenomena sosio-budaya di belakangnya</title>
	<atom:link href="http://johnkecops.blog.friendster.com/2008/07/fungsi-keluarga-di-jerman-dan-memahami-fenomena-sosio-budaya-di-belakangnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://johnkecops.blog.friendster.com/2008/07/fungsi-keluarga-di-jerman-dan-memahami-fenomena-sosio-budaya-di-belakangnya/</link>
	<description>It's about my daily contemplation. Place to share my dreams to the world. Me and this globalized world.....</description>
	<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 18:31:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Fiorelino</title>
		<link>http://johnkecops.blog.friendster.com/2008/07/fungsi-keluarga-di-jerman-dan-memahami-fenomena-sosio-budaya-di-belakangnya/#comment-18</link>
		<dc:creator>Fiorelino</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 21:49:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://johnkecops.blog.friendster.com/2008/07/fungsi-keluarga-di-jerman-dan-memahami-fenomena-sosio-budaya-di-belakangnya/#comment-18</guid>
		<description>ehm...
sebenernya 'free sex' tidak hanya ada di Jerman melainkan seluruh eropa dan negara western seperti amerika dan australia.

Sebenarnya bisa dibedakan antara 'free sex' dengan hidup bersama sebelum menikah.

Salah satu alasan mengapa mereka hidup bersama sebelum menikah karena rate perceraian tergolong tinggi, sehingga mereka ingin mencoba hidup bersama dulu sebelum benar2 commited di mahligai rumah tangga.

Sebenarnya fenomena ini juga bukan hal yang aneh untuk kota besar di Indonesia.

Pada saat pertama kali saya balik setelah 4 tahun absen dari Indonesia, saya schock culture di negara saya sendiri, karena saya melihat beberapa teman saya, yang sudah menikah ternyata menjalin hubungan dengan teman kerjanya atau teman yang bertemu di internet, bahkan pada waktu itu (thn 2000) beberapa lagu tentang selingkuh sudah menjadi trend dan sepertinya hal itu sudah menjadi biasa.

teman saya pernah bilang kepada saya bahwa pernikahan menghalalkan apa yang diperbuat setelah pernikahan... saya terkejut sekali mendengar pendapat tersebut.

Tetapi semua itu selalu kembali ke individu yang menjalankan kehidupan itu sendiri.

IMHO, Di Indonesia, sosial dan community ikut mempengaruhi hidup kita, disini, rasanya kita lebih bisa menjadi diri kita sendiri...

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ehm&#8230;<br />
sebenernya &#8216;free sex&#8217; tidak hanya ada di Jerman melainkan seluruh eropa dan negara western seperti amerika dan australia.</p>
<p>Sebenarnya bisa dibedakan antara &#8216;free sex&#8217; dengan hidup bersama sebelum menikah.</p>
<p>Salah satu alasan mengapa mereka hidup bersama sebelum menikah karena rate perceraian tergolong tinggi, sehingga mereka ingin mencoba hidup bersama dulu sebelum benar2 commited di mahligai rumah tangga.</p>
<p>Sebenarnya fenomena ini juga bukan hal yang aneh untuk kota besar di Indonesia.</p>
<p>Pada saat pertama kali saya balik setelah 4 tahun absen dari Indonesia, saya schock culture di negara saya sendiri, karena saya melihat beberapa teman saya, yang sudah menikah ternyata menjalin hubungan dengan teman kerjanya atau teman yang bertemu di internet, bahkan pada waktu itu (thn 2000) beberapa lagu tentang selingkuh sudah menjadi trend dan sepertinya hal itu sudah menjadi biasa.</p>
<p>teman saya pernah bilang kepada saya bahwa pernikahan menghalalkan apa yang diperbuat setelah pernikahan&#8230; saya terkejut sekali mendengar pendapat tersebut.</p>
<p>Tetapi semua itu selalu kembali ke individu yang menjalankan kehidupan itu sendiri.</p>
<p>IMHO, Di Indonesia, sosial dan community ikut mempengaruhi hidup kita, disini, rasanya kita lebih bisa menjadi diri kita sendiri&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
