Talkshow Netsains.Com: Dosen dan Ilmuwan Cuap-cuap di Tengah Mall
February 3, 2008 by johnkecops
Dosen dan ilmuwan beraksi di tengah pusat pertokoan? Tak
tanggung-tanggung, mereka bertestimoni mengenai indahnya menulis sains
popular di dunia maya. Itulah yang terjadi di ajang Talkshow "Internet
sebagai Media Popularisasi Sains" yang digelar Netsains.Com pada sabtu,
2 Februari 2008, di tengah SENIT Expo. Bertempat di satge lower ground
Senayan Trade Center (STC), acara dibuka oleh Idwan Suhardi, Deputi
Pemberdayaan dan Pemasyarakatan Iptek Kementrian Riset dan Teknologi.
Oplah Tertinggi
"Internet adalah media dengan oplah tertinggi di dunia.
Di Indonesia saja diklik oleh 18 juta orang setiap hari. Jadi
mengalahkan Kompas dan media cetak lainnya," ungkap Romi Satria Wahono,
pendiri Ilmukomputer.Com yang juga kontibutor Netsains.Com.
Lelaki yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI) yang mengenyam pendidikan 10 tahun di Negeri Sakura
ini bertutur tentag suka duka berbagi ilmu di Internet sejak 2003
silam. Romi mengaku menulis blog sudah menjadi kebutuhan tersendiri
yang kadang bisa mengalahkan pekerjaan sekalipun. "Saya bisa menolak
panggilan hanya karena memang sedang ingin menulis saja di rumah."
Ujarnya.
Merry Magdalena, dalam kapasitasnya sebagai founder
Netsains, maju sebagai moderator talkshow. Sebelum pembicara yang lain
dipanggil maju. Merry memberikan presentasi singkat mengenai komunitas
Netsains. Presentasi tersebut diharapkan bisa memberikan penjelasan
kepada audiens mengenai Netsains. Presentasi disampaikan dengan jelas,
lancar, dan informatif.
Tak Takut Dibajak
Tak kalah menarik aksi Budi Rahardjo. Dosen Fakultas
Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku menulis di
Internet jauh lebih banyak manfaatnya kendati tidak ada honorarium sama
sekali. Walau karya tulis ilmiahnya sempat dibajak menjadi skripsi
orang lain, ia tidak pernah kapok untuk terus berbagi ilmu di Internet.
"Orang akan tahu karya siapa itu sesungguhnya. Jadi tak perlu ada
kekawatiran tulisan kita dicuri orang lain," ujar lelaki berkumis yang
hobi nongkrong di kafe ini.
Terkenal dengan blognya http://rahard.wordpress.com,
Budi yang akrab disapa "BR" ini berkisah bahwa memang sebaiknya sains
dan teknologi dipopulerkan dengan cara yang menyenangkan dan menarik
sejak usia dini. Internet sebagai salah satu media yang paling efektif
bisa dijadikan sarana untuk itu selain buku atau acara televisi.
Mengaku mendapat inspirasi dari gaya presentasinya Bill Gates dan
Steven Jobs, beliau membawakan presentasi sebagai layaknya seorang
entertainer ulung. Materi yang beliau bawakan adalah mengenai ‘internet
dan anak-anak’. Di situ Pak Budi menekankan pentingnya
mempopularisasikan sains pada anak-anak, karena mereka adalah generasi
penerus. Dalam presentasinya, sempat dijabarkan betapa suramnya dunia
tanpa keberadaan engineer, dan dimana engineering menjadi pemberi
pencerahan pada kemanusiaan.
Fiksi Ilmiah
Ilmuwan yang berkutat di laboratorium pun bukan berarti
tak bisa juga berlaga di Internet. Ini dbuktikan dengan Arli Aditya
Parikesit, ilmuwan dan dosen bioinformatikan Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) yang rajin
menulis di Internet. Arli yang tertarik dengan bioteknologi dan
filsafat ini banyak mengangkat tema sains yang dikaitkan dengan fiksi
ilmiah. "Karya fiksi ilmiah seperti ciptaan Jules Verne yang dulu hanya
imajinasi, kini pelan-pelan menjadi kenyataan berkat kemajuan sains dan
teknologi," papar Arli. Walau menulis di Internet memangsangat
menyengangkan, baik Arli, Budi maupun Romi tetap setia menulis di
jurnal ilmiah.
Sementara Muhammad Fahmi Aulia mewakili blogger berbagi
pengalaman ikwal indahnya menulis blog. "Diawali dengan narsis, catatan
harian, kelamaan saya juga menulis artikel yang agak teknis. Akhirnya
saya juga tertarik mengirimkannya ke Netsains," ungkap Fahmi yang
alumni Teknik Fisika ITB ini.***
Dilink dari http://www.netsains.com